Perjalanan Panjang Seorang Anak Manusia

Indonesia, tanah airku, tanah tumpah darahku…disanalah aku berdiri menjadi pandu ibuku……….

Ternyata menjadi bangsa yg terus kalah dan terjajah adalah lebih mudah daripada berjuang menjadi bangsa yg merdeka, maju dan sejahtera. Memang kita dijajah bangsa lain lebih dari 350 tahun, tetapi apakah itu menjadi alasan kita untuk tak mau bangkit dan berdiri?

Bangsa arab adalah bangsa barbar sebelum kedatangan muhammad. Dan mencapai kejayaannya pada saat dinasti abassiyah dan andalusia. Bangsa eropa selama ribuan tahun berada pada jaman  kegelapan (The darkness age) hingga renaisance yg menjadikan mereka berbudaya tinggi. Jepang yg sebelumnya adalah negara miskin dan terisolasi pada jaman shogun berevolusi menjadi bangsa yg kuat dan maju berkat restorasi meijinya. Kapan bangsa Indonesia…?????

Kemajuan dan kemunduran sebuah bangsa bukan turun dari langit, tetapi harus dicapai dengan usaha, airmata bahkan darah sekalipun. Bagaimana kita bisa maju jika mental kita masih inferior… bagaimana bisa berkembang jika pendidikan dan budaya membaca hanyalah wacana….bagaimana jika gelar dibeli hanya untuk mencari pekerjaan bahkan cuma sekedar untuk mencalonkan diri menjadi pejabat dan anggota dewan yg terhormat….hahahahahahaha….jangkrik…jangkrik…. Indonesiaku yg malang.

Gaya hidup adalah yg pertama kita rubah…….bagaimana kita selama ini sangat konsumtif dan bangga dengan segala kemewahan dan kemajuan tanpa sadar telah menjadi pasar dan sapi perahan negara2 maju. Kita lebih bangga memakai merk luar daripada buatan dalam negri dengan alasan gengsi………Kita terjajah dengan segala yg kita pakai.

Mei 4th, 2010 at 15:28 | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Seperti tahun2 sebelumnya, kampungku ramai dengan semarak kegiatan agustusan. Pemasangan bendera dan umbul2, lomba kebersihan lingkngan, karnaval dan gerak  jalan yg memacetkan jalan raya itu. Bendera merah putih seakan-akan ditakdirkan hanya berkibar setahun sekali di rumah2 kita. kadang aku berfikir apa hubungan karnaval dan gerak jalan dengan peringatan kemerdekaan bangsa ini? apa lagi hubungan dengan lomba makan kerupuk atau balap karung? Aku pikir tidak ada…bahkan terkesan dipaksakan…..

Aku hanya kuatir peringatan kemerdekaan yg harusnya sesuatu yg suci hanya sekedar menjadi formalitas dan ajang selebritas belaka. Untuk apa kita menang lomba gerak jalan, namun di bulan2 berikutnya kedisiplinan tetap tidak tertanam di jiwa kita? Pegawai banyak korupsi atau minimal korupsi waktu dgn jalan2 di jam kerja. Atau kita menang lomba kebersihan namun kampung kembali kumuh setelah agustus terlewati?  Instansi harus sunat sana sini untuk sekedar membikin mobil hias yg bisa ditampilkan di depan para pejabat saat karnaval? he he he….apakah ini peringatan kemerdekaan?

Aku yakin bukan itu semangat kemerdekaan. Bukan hanya sekedar itu jutaan pejuang harus gugur di medan tempur demi kemerdekaan bangsa dan negara ini. Apakah kita telah merdeka saat ini? Itu yg perlu kita renungkan….Apakah disebut merdeka saat putra2 terbaik bangsa hanya menjadi sekrup2 dari roda raksasa industri asing? Apakah kemerdekaan jika kekayaan alam negara ini hanya dinikmati oleh sebagian kecil kelompok bahkan negara asing? Ataukah merdeka jika kita ini sebenarnya adalah boneka yg digerakkan oleh negara asing, bukan oleh bangsa kita sendiri? Buruh dan pekerja di rumah sendiri…..

Saudaraku, inilah saatnya… Kita bersumpah dibawah kibaran merah putih dan rahmat Tuhan YME. Bahwa kitalah pemilik dan penjaga ibu pertiwi. Berbuatlah sebaik mungkin di bidangmu masing2, demi rakyat, bangsa dan tanah air tercinta kita.

INDONESIA….

Agustus 12th, 2009 at 18:32 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink